Merry yang diperlakukan seperti itu akhirnya hanya bisa menahan tangisnya, semakin lama usapan tangan wok di sekitar payudaranya akhirnya membuat tangisnya pecah kembali.“Sssttt….diam kamu…diam kamu..!!”, hardik wok sambil mencekik leher Merry. Bokep Viral Terbaru “Plakk…”, tamparan keras mengenai pipiku membuat perih dan mata berkunang kunang, tetapi aku juga tidak memberi jawaban.“Ndan….ada yang lewat” kata orang yang berjaga di jendela“Siapa Jon..??”, jawab si komandan“Gak tau….tetangga mungkin balik ke rumah”, balas Jon sambil terus mengintai keluar jendela.“Kamu jangan main main yha sama aku”,desis komandan sambil menempelkan pisaunya lebih ketat ke leherku, membuat darahku berdesir merasakan mata pisau yang dingin menempel di kulit leherku.“Sekarang kamu kasih tau dimana uang kamu”, kata si komandan. Seketika mataku berkunang kunang, pedih terasa di pelipis dan tulang igaku terasa sakit sekali. Tetapi aku masih melihat dengan jelas Wok yang nampak mendekati Merry. Setelah beberapa hari kabar baik kuterima dari anak buahku.




















