Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Bokep Jepang Enam bulan pun berlalu. Marah yaa? Tak lama, Tomo sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Mukaku terasa panas. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama Tomo..”Tomo pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.“Tomo sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku.




















