sengaja kuhanyutkan diriku kedalam imaginasinya. ceritanya ditempat tidur sambil kupeluk. Bokep Arab tangannya menggapai-gapai meskipun ada tubuhku didepannya. Buatku yang hidup di lapangan yang sama, bertualang dengan pramugari hanya akan mengurangi naluri jelajahku…
Nah kisahku kali ini bukan pengalaman me”reyen” para pramugari itu, karena peristiwa di Tarakan ini cukup unik, makanya sekarang terpampang di sini…. Terlalu riskan untuk didekati, apalagi pramugari baru seperti mereka. belum tiga menit pintu terbuka dengan cepat, ana masuk lalu menutup pintu dengan cepat pula. “mas sorry aku yang nelpon, abis ruang operator baru sepi nih…” “Eh, aku dong yang sorry….terlambat tiga menit nelpon kamu…” “ya mas aku tahu, kan diruang operator, emang baru ngobrol penting ya tadi sama pramugari di kamar 204?” “Ah enggak, mereka cuman mau nanya mau makan dimana koq…” “oooo” “Eh mbak ana pulang jam berapa?” “Lho koq pake mbak?” “abis umurku baru dua dua dan mbak kayaknya udah lama kerja disini…” jelasku “panggil aja ana jangan pake mbak, o iya coba tebak umurku berapa…” “engngngng….dua











