Karena geli selakangnya membuka lebar. Kentara benar perubahan wajahnya. Bokeb (keseringan mantengin VCD parto kali yee…). Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Ceritanya pas aku ngapel ke tempat kostnya, aku ngajakin dia ML. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk.“Maya udah punya pacar belum?”tanyaku memancing. Masih duduk di kelas dua SMA tapi kok perawakannya udah kayak anak kuliah aja. Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. Busyet, gadis itu nggak nolak loh. Tapi lama kelamaan aku tak tega juga membuat Maya menahan kencing. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Gimana nih, aku kok kayak-kayak nafsu sama ini bocah. “Maya suka sama mas Andra?”Maya memandangku penuh arti.










