Kulihat dia memejamkan matanya. Namun aku tidak berusaha untuk menutup batang kontolku, kubiarkan dia terdiam memandangi tubuh telanjangku yang mendekat ke arahnya.Dengan tenang aku berjalan seolah-oalah aku memakai pakaian lengkap, kudekati mbak Leni dan meminta maaf untuk sekali lagi.“Maaf ya mbak, gak tahu kalau mbak sudah pulang…soalnya aku kebiasaan seperti ini” kataku sambil berusaha menutup pintu kamar.Seperti tersadar mbak Leni berlalu dari hadapanku dan berkata“Oh…iya gakpapa kog…” sambil berjalan menuju kamarnya. Bokep Tobrut Mbak Leni merupakan kepala cabang di Jakarta.Daripada dia menginap di Hotel mendingan menginap di rumah kami. Soalnya rumah kami gak begitu jauh dengan kantor pusat tempat mbak Leni ikut seminar. Lalu akupun kembali menjilati kemaluannya. Segera kumenuju kamar mbak Leni dan mengetuk pintunya.“Iya sebentar” katanya dari dalam kamar setelah mendengar ketukanku.“Ada apa Faisal?” katanya lagi setelah membuka pintu. Spermaku tumbah semua membasahi mukanya dan sebagian ada yang masuk ke dalam mulutnya.Dan akhirnya aku terkulai lemas penuh kenikmatan.




















