Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. Bokep Tante Aku berpikir bahwa apa yang kulakukan dengan Indri tadi pagi dapat melupakan semuanya. Tidak juga. Aku merasa benar-benar mencintainya. Kubuat sikapku persis seorang remaja putus asa akibat problem rumah tangga menahun. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Aku berpikir bahwa apa yang kulakukan dengan Indri tadi pagi dapat melupakan semuanya. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Matahari pagi begitu terik. “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis. Tidak sampai satu menit ia sudah masuk dan mengunci pintu ruanganku.




















