Lily berteriak nikmat. Bokep Thailand untunglah aku masih bisa menahannya. 5 Menit setelah aku sampai di kamar. Mungkin senjataku terasa besar dan panjang. Senjataku terasa menyentuh ujung rahimnya. akhirnya aku pun membalas cumbuannya. Aku gendong tubuhnya dan aku rebahkan perlahan di atas ranjang yang empuk. Lily pun dengan nakal menjilati putingku bahkan kadang dihisapnya. sementara mulut Lily pun tepat berada di bawah dadaku. Agak seret namun nikmat sekali. Namun siapa sih lelaki yang tidak mau senjatanya BESAR. Kini aku pasif dibawah menikmati elusan jari-jarinya dan jilatannya di seluruh permukaan tubuhku. Pantangannya hanya tidak boleh makan terong ungu dan pisang emas mentah. Pinggulnya yang besar bergoyang dibawah tekanan senjataku.butir-butir keringat di tubuh kami semakin membuat suasana semakin tak terkendali. aku buka blousenya. Setelah pengurutan selesai dan diberi ramuan. Meskipun rumahnya gubuk, namun kelihatan rapi, bersih dan terawat. Lilypun menjerit lirih.Senti demi senti senjataku terbenam kedalam kehangatan vaginanya.




















