Pelan-pelan aku masukkin kedua tangan aku ngegantiin tangannya yang sedang meremas-remas payudaranya. Bokep Thailand Wooow! Sekedar info, Vina itu orangnya hampir setinggi badan aku (aku 186cm), jadi enak klo ngomong gak kayak mesin ATM, kudu nunduk
Bodynya gak kurus-kurus amat, cuma pantat & airbag-nya itu loh, sekal & kenceng bikin gemes, gak kayak ce yang laen, ngondoy alias menggelayut, hiii…. Kammmu, jahaattt… Kataaanyahh peelannn…” rengeknya sambil menitikkan air mata. Karena kelas itu menghadap kedalam dengan dinding kaca agak gelap dibelakangnya, keliatan agak jelas apa yang ada dibaliknya. Dodol, jelasin ngalor ngidul! “Oh… I love you…” Vina senang akan kehebatan aku. “Akh… Akhhh… Ouuuh… Mmmh… Terrusss, Bbaaarrrr… Oh yyeeeahh…” Aku gak mau klo aku yang minta ML duluan, aku buat dia tersiksa rasa nikmat, sampai akhirnya dia yang meminta duluan. Dengan cara ini, rasanya lebih mantap, karena gak ada tangan yang ikut campur mengarahkan penis.




















