jika dipikir dengan itung-itungan mungkin bisa dibilang konyol.Bagaimana tidak, arah rumah si nenek selain jauh juga bertolak belakang dengan arah rumahku, belum lagi soal waktu, solar dan lain sebagainya. Setelah mesin kumatikan, kubuka laci dashboard dan kuambil tas pinggang tempat aku biasa menyimpan uang hasil penjualan, lalu kuambil dua bundel uang pecahan senilai dua ratus ribu. Bokep HD mungkin dalam pikirannya, tugas dan amanat yang sudah diembannya selesai, tapi itu tidak berlaku buatku. Anganku pun tak hanya berhenti disitu, aku juga lepaskan stagen da kain jariknya otomatis melorot sehingga tampaklah pangkal pahanya yang ditumbuhi bulu-panjang namun sudah mulai jarang, Mbah Suliyem ternyata tidak memakai celana dalam, namun aku sudah tidak peduli akan hal itu, yang kupedulikan saat ini adlah seorang nenek dengan tubuh elanjang bulat di depanku. Para tetangga ternyata punya pikiran yang sama, apalagi saat itu aku memang berusaha untuk bertutur kata dan bersikap se-sopan mungkin kepada mereka, meski soal identitasku memang aku memilih untuk berbohong.




















