Ini dia yang sebenarnya aku takutkan. Bokep China Rini mendorong tindihanku dan berbalik memindihku. Jangan lamalama ya nyusulnya sambil membuka pintu kamar tamu dan menghilang ke dalam.Aku setengah sadar langsung berdiri menuju tas ranselku yang tadi kuletakkan dekat rak TV, segera bongkar celanaku, celana jins dan celana dalamku dan berganti dengan celana boxer longgar andalanku. Kamu tau, aku selalu kagum sama kamu Ren, sejak pertama kali ketemu. Aku tau Wein pasti sakit hati dengan hal ini tapi ini justru usulan dari dia Iya Teh.Kami berpandangan beberapa lama, kemudian aku beranikan diri mendekatkan bibirku ke bibir Rini. Ku perlahan mulai memasukkan kontolku ke dalam memeknya.Memek Rini benarbenar sempit, aku tak mengerti, mungkin karena sudah lama tidak pernah dimasuki kontol, tapi harusnya dengan dua kali O sudah bisa dengan mudah dicoblos. Ku raih dua bantal untuk menopang tubuhnya dan kumulai genjot kembali. Kondisi Wein luka parah, beberapa tulangnya remuk khususnya pinggul kiri ke bawah. lama daaah Iye iyeee, gini, gw minta bantuan lo untuk bikin











