Yan, sorry yaa.. Bokep Indo Tangan kananku tetap pegangi dagunya dan satunya mengusap-usap punggung Lala. “Hghhh… gghaappff… Yaan… geelliii.. Soalnya Iyan juga sayaaang banget sama Lala,” aku coba tenangi dia.Bersambung ke bagian 02 Tangan kananku tetap pegangi dagunya dan satunya mengusap-usap punggung Lala. Lala sendiri kelihatan malu-malu waktu aku bengong lihati keadaan payudaranya yang kemerah-merahan itu.Aku angkat pinggang Lala dan kutahan dengan pinggangku yang membelah kedua pangkal pahanya. Lala mulai buka sedikit bibirnya (kalau lebar mah bisa jadi tidak nafsuin deh) lidahku mulai masuk ke rongga mulutnya mencari-cari lidahnya. Bukan Iyan namanya kalau mendiamkan cewek dengan posisi tanggung kayak gitu, kuangkat dagunya pakai tangan kanan terus aku mulai cium bibir Lala, ternyata itu bibir tidak reaksi apa-apa. Soalnya Iyan juga sayaaang banget sama Lala,” aku coba tenangi dia.Bersambung ke bagian 02 “Yaann… Lala mau kamu apain Yan?” Lala merintih lirih. Ini cewek cakeeep banget, kulit sama tangannya halus-putih bersih, wajahnya imut, sedikit tembem di pipi (tambah imuut..




















