Aku sedikit ngeri. Bokep Mom Mungkin hanya akulah yang hari Minggu masih berjalan sambil membawa tas hendak kuliah. Di sudut ruangan terdapat seperangkat lemari kaca temapat tersimpan berbagai barang hiasan porselin. Walaupun sudah berumur tapi masih bertahan segitu lama. Terbayang olehku saat-saat aku dicumbui seperti itu oleh Aldy, entah sedang di mana dia sekarang. Aku menggerakkan tanganku untuk menyeka bibir bawahku itu dan tanganku pun langsung dipenuhi dengan cairan kental berwarna putih susu yang berlepotan di sana.“Bukan main Winda, ternyata kau pun seperti kuda liar!” kata Pak Hr penuh kepuasan. Kesal sekali rasanya, sudah belajar sampai larut malam, sampai di sini harus kembali lagi hari Minggu, huh! Gemas sekali nampaknya dia. Tubuh lelaki tua itu bergetar hebat di atas tubuhku. aku sungguh sangat kelelahan, kupejamkan mataku untuk sejenak beristirahat. Oh, yang mau minta ujian lagi itu ya?”. Aku sedikit ngeri. Bahkan mengalahkan semua cowok-cowok yang pernah tidur denganku, walaupun mereka rata-rata sebaya denganku.Namun beberapa saat kemudian, Pak Hr mulai menggeram sambil mengeretakkan giginya.




















