Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Bokep HD “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! Aku tahu ia masih perawan. Aku bangga, karena suaminya adalah seorang bule yang benar-benar bule, yang “open minded”. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. “Dasar! Ia serius. “Aku… aku kangen Papa,” suara gadis itu terdengar gemetar. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. “Aku akan berangkat ke Australia akhir Oktober.”
Aku terenyak, mengangkat tubuhku dan menatap matanya bertanya-tanya. Ia serius. Kok malam-malam?”
Sejenak keheningan terdengar dari seberang, membuatku bertanya-tanya.










