Kaak.. Bokep Cina Kakak hebat mainnya, Reny hingga ketagihan..!” katanya sembari merangkul tubuhku dengan erat serta setelah itu mencium pipi kananku.“ Iya dong.., siapa dahulu..!” balasku pula sembari mencim keningnya. Setelah itu saya juga mengantar Reny kembali serta tersenyum puas. Anaknya imut- imut, manis serta lucu, membuatku sangat tertarik kepadanya. Ya, nama tanteku pula Reny. Ah, betapa saya mau memandang yang terdapat di balik celana dalam itu.Seketika tanteku terbangun,“ Hei.., apa yang kalian jalani..?”
Sebab kaget, saya juga menanggapi asal- asalan,“ Tadi saya memandang tikus tante..”Tante Reny menjerit sembari memelukku,“ Ahh.., dimana tikusnya..?”
Sembari terbata- bata sebab gugup, saya menanggapi kalau tikusnya telah lari. Bermacam metode juga kucoba buat melaksanakan pendekatan, sehingga sukses menjadikannya pacar.Pendek cerita, sehabis 2 bulan pacaran saya mengajak ia jalan- jalan ke rumahku yang kebetulan lagi kosong. Diluar dugaan, ia tidak menjauh, hingga kucoba lebih jauh lagi dengan metode menciumnya.










