Karena cukup dekat dengan ketiaknya, tercium bau keringat bercampur cologne yang katanya kemudian membuatnya semakin terangsang.Semua yang tadi kuajarkan padanya mulai dilakukannya. eh.. Bokep Thailand Dia menatap Daissy dan bertanya,“Memangnya sampai sekarang belum pernah juga ya?”Mengerti apa yang dimaksud, Daissy menjawabnya,“Ya udah, tapi kan sebentar lagi aku kawin.”Dengan nada enteng Erick hanya menanggapi,“Kalau belum sampai kawin, ya masih milik umum dong.”“Sialan si Erick,” umpat Daissy dalam hatinya.Didudukkannya Daissy di sisi ranjang dan disodorkannya alat kejantanannya kepadaku. Sebelum meninggalkan pavilion Erick, dengan membawa foto-foto celaka itu, teringat oleh Daissy untuk meminta negatifnya.“Waduh, masih ada sama si Emir tuh,” jawab Erick dengan gaya seenaknya.Daissy meminta Erick menelepon Emir, sementara ia duduk menantikan di sofa depan.Samar-samar terdengar suara Erick sedang bercakap-cakap di telepon. Maksudnya sungguh-sungguh seluruhnya. Siapapun yang melihat foto ini akan berkesimpulan bahwa laki-laki itu baru saja melepas air maninya kedalam mulutnya.Daissy merasa marah sekali kepada Erick.




















