Namun rentang waktu dan jarak antara dari dalam kantor dengan mobil cukup membuat aku sedikit tersadar.“Tunggu dulu, aku ini wanita sudah bersuami Den.” ucapku berusaha memasukan kembali payudaraku yang di tatap Denny dengan mata mesumnya.“Sudahlah bu, aku tahu itu kok, dan suami ibu nggak bisa memenuhi kebutuhan ibu kan? ayok keburu jam makan siang selesai nih”Aku Ruri Tiansyah dan juga Ifa Sartika kemudian melangkahkan kaki kami menuju sebuah kantin dekat dengan kantor pemerintahan tempat dimana kami berkerja untuk menyantap makan siang kami.“Ehh teh, gimana kabar Aldi, nggak apa-apa dia sendirian sama pembantu di rumah.”“Nggak kok.. Bokep Barat Jangannnnn…” ucapku dengan suara yang serak-serak akibat menahan cairan di tenggorokan yang kering.Denny tak menggubris ucapanku bahkan setelah ia berhasil meloloskan payudara kiriku kini ia juga sudah berhasil meloloskan yang kanan dan memainkan serta memlintir kedua puting payudaraku.Berada di posisi ini nampaknya, ledakan bom waktu sudah berada pada detik terakhir. Kalau mau desah, desah aja.. apaan sih teh.. Kalau kayak tadi jepitannya kerasa banget, hampir keluar




















