Iya jawabku pelan sambil menahan perasaan aneh ini. Rupanya kata2ku tadi kelewat kasar. Bokep Japan Nomer telpon HP mana yang tidak ada nya ? sindirku.Ruang rapat penuh asap rokok sekarang. Aku sedikit kaget, karena tidak terbiasa dengan oral seks. Khawatir juga. Aku menatap penuh emosi ke arah Nadya. Aku tersenyum sekenanya dan meregangkan tubuh dulu sebelum benar2 akan pulang. Nadya segera bangkit dan memelukku. Hallo om.. Nadya menjadi ceria dan orang2 kantor tampak takjub melihat perubahan itu.One thing leads to another. Nadya lalu menyalakan rokoknya dengan korek milikku.Aku tidak berani berbicara lagi. Aku menggerakan penisku maju mundur dalam posisi misionaris. Aku memperbaiki posisi jatuhku. Lidah kami saling beradu. Nadya menggelingjang dengan hebatnya Tahan sedikit aku juga mau.. Aku tak bisa bicara apa2.Kami berdua saling memandang. Aku mendudukkan Nadya di meja rapat, Nadya tetap memelukku, dan aku terus menggerakkan penisku maju mundur.Uuuhh. Saling berciuman, berpelukan dan menikmati keindahan tubuh masing2.Hingga pada akhirnya Nadya telentang di atas karpet, kepalanya tepat berada di bawah kepalaku.




















