Seumur-umur, baru kali ini aku menginjakan kaki di Rumah Sakit jiwa, sebuah gedung yang telah berdiri sejak jaman penjajahan dulu. Hingga kami tak berjarak lagi, dan ku angkat kedua kakinya lalu ku tumpangkan di atas kedua paha ku, setelah sebelumnya, ku singkap beberapa centi rok abu-abu tsb. Bokep Asia Kini, sambil terus mencumbuinya, ku buka ritsleting celana ku dan membebaskan penis ku, dalam sekejap, segera saja ku todongkan ke arah Miss.V-nya. “” salah lagi … !! “” buka pintu (kulkasnya) keluarin dulu gajahnya, kan tadi di dalemnya ada gajah, nah kalo si gajah udah keluarrr .. aakkkhhhh .. “” jawabanyaaaa .. ” jelas terdengar desahannya, begitu kedua lengan ini telah sampai di payudaranya, payudara yang masih kencang dan halus.Beberapa menit ku remas buah dadanya itu, si cantik mulai melucuti kancing-kancing seragamnya sendiri, dari bawah ke atas. “” Gajah sama Kuda, kalo balap lari, menangan siapa ?! Usai bermain-main dengan daun telinga si cantik, ku lanjutkan rangsanganku padanya di bagian leher dan sesekali menciumi




















