“Ini temen Ayahmu, sesama Preman di sana ” Kata ibu kuAku hanya mengangguk walaupun gak aku mengerti apa yang ibu maksud..Terlihat seseorang lelaki yang ibu maksud. Sex Bokep kamu sungguh gila Shinta..”Tiba-tiba aku mendengarka suara Rian berdesis. Aku rasakan ada yang beda pada diriku. ” Ok sayaang aku tunggu yahh..” Balas ku kembali. Ssst ternyata enak mah..oh..enak…ssst..“Haloo….hei…Shinta..halo….!?” Rian rupanya ingin menyadarkan aku. “Eght…..ah…aku jadi berdiri nih.” katanya. “Kalau ku lihat, wajah kamu agak sedikit gimana gitu?!..”
“Ah perasaan kamu aja kali say,” ucapku. Komplek pelacuran tanah merah Kedung Waringin. Rupanya ibu ku tersadar bahwa ia sedang di tunggu ayah tiriku di warung, di mana para wanita anak buah ibu ku menjajahkan kenikmatan sesaat.Mendengar ibu sedang di tunggu ayah, aku jadi takut kalau ayah tiri datang menjemput ibu ku.




















