Lalu aku memakai baju santai, dan turun ke ruang makan. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Bokep Twitter Kakak non sudah pergi setengah jam yang lalu kok. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Bagaimana mungkin aku bisa seliar ini? Mungkin karena cuma 1 ronde, tubuhku tak terlalu lelah. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. aku sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai janji mereka, ini hanya satu ronde. Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangkit mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa malu malu aku memegang penis yang sudah mengendur itu, kukulum kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, sampai tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh lenguh keenakan.




















