Woow! Bokeb Tapi begitu bisa dapet durian
macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. Terus aku cium pipi kiri kanannya. Pinggulnya lumayan besar dan ukuran dadanya
juga cukup bikin sesak nafas. Rini. Aku tak tahan lagi,
kalau tadi dia yang nyerang, sekarang giliranku mendaratkan ciuman ke
bibirnya yang tipis. Aku
cuma senyum. Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku.Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondong-bondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe!Seperti sekarang misalnya. Soalnya
jangankan sampai berbuat gitu, wong mendekat sedikit saja dalam mimpi
pun aku nggak berani, abis galak sih! Aku
cuma senyum. Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Tapi begitu bisa dapet durian
macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. Woow! padahal
biasanya dia selalu bersikap manja sama semua orang, nggak cuma sama
aku aja.




















