Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Vidio Sex Aku tidak mau nantinya berakhir di kantor security atau apa, pikirku. Sampai akhirnya aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain yang lebih menarik. Pada hari Senin telepon di meja kantorku berdering, lalu kuangkat. Enggak ada yang liat aku masuk.” Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya. Kamu enggak boleh masuk ke sini!” bisikku tertahan. Secara keseluruhan dia memang oke, mulutnya manis dan pandai berbicara (tentu saja, mungkin ini modalnya bertitel top sales di daerah sini). Aku pun tidak mau tanya. “Kamu benar-benar menggairahkan… cuma… tidak seharusnya kamu mengenakan bra…” wajahnya dekat sekali dengan wajahku. Aku pun tidak mau tanya. Itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger.




















