Aku mengangguk-angguk: “anak baik. Bokep Colmek Ada masalah apa nduk?” aku sekarang duduk di kursi di depannya, dibatasi meja yang penuh segala pernik perdukunan. masih kecil banget, tetapi bagaimana kok tubuhnya sudah demikian bongsor, dadanya sudah demikian besar..Aku menelan ludah: “bocah cilik begini kok beraninya malam-malam datang ke sini. lalu bagaimana Mbah? Tubuhnya yang tinggi besar dan berkumis melintang (dia memang keturunan warok Ponorogo) tampak sangat menyeramkan.Aku berteriak keheranan: “mas.. Beberapa waktu aku sempat ikut bisnis jual beli mobil bekas, tetapi bangkrut karena ditipu orang. Kubentangkan paha kiri dan kanannya sehingga dia duduk mengangkang di mejaku. Aku menelan ludah. Aku menelan ludah. Tiba-tiba aku tertegun. Mas Darmin.. Daripada nanti kalau lepas bisa kalap aku. aku..aa..” jeritan yang entah apa artinya itu meluncur keluar dari mulut si bahenol, diikuti dengan semprotan cairan dari lobang kemaluannya. Dia mengerang pelan, matanya tertutup rapat. Aku mendekati dia: “bagian mana yang diciumi si Kasno dalam mimpimu itu, Nduk?” tanyaku. Aku berusaha menahan tawa: “dianu kuwi opo karepe (apa










