Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Hhhm, sungguh mulus. Bokep Cina Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku. Luar biasa …,” bisiknya, memandang kepadaku. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Manis juga. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Dia mengerti hal itu.“Ke bawah ….,” bisiknya sambil mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Aah, seorang wanita. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga aku bisa merasakan tekstur renda BHnya. Tetap memejamkan matanya.Aku makin berani. Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini.Ibu itu cemberut.




















