Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Miranda meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. “Wah kok Mas tahu??”“Senin siang aku telpon kamu mau tanya Euro, seperti biasa kamu dengan sombongnya menolak telponku.. Bokep Family Kamu ini lucu sekali.. Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Miranda sambil meronta-ronta.“Wallah.. Haah.. Belum lagi pakaiannya yang tertutup tapi terbuka. Kulihat Miranda masih belum sadar.. Kalau kamu tidak menolak cinta ku, kejadiannya tidak akan seperti ini..”Wajahku menunjukkan penyesalan padanya lalu perlahan aku cabut lakban yang membungkamnya sambil mengancam.“Awas kalau kamu berteriak..”. Tanpa sengaja kolegamu bilang kamu mau cuti besok.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Miranda hanya bisa menangis terisak-isak. Lepaskan aku.. Hari-hari dijalaninya dengan ketidak berdayaan. Aku adalah seorang eksekutif..Pernah gagal dalam pernikahan jadi kini sendiri kalau orang bilang sih duren, duda keren he he he. Jangan macem-macem, nanti jam 18.00 aku kembali,” ujarku sambil membiarkannya terikat tanpa menyumbat mulutnya.Dua hari sudah aku menyekap Miranda di rumahku.




















