Setelah sepuluh menit, saya lihat tubuh Rani mengejang. Saya tidak peduli. Bokeb Bergegas saya mengambil segumpal kain lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Tapi saya tidak menyerah begitu saja, perutnya saya duduki lalu secepat kilat penjepit itu sudah menancap erat di klitorisnya. Pinggulnya terangkat ke atas. Rani kembali berteriak kesakitan. “Di dalam saja yuk”, pintanya sambil menarik tanganku. Bibirnya menciumi seluruh muka saya tak henti-hentinya. Ah, nikmat sekali. Tubuhnya kembali meronta-ronta. Di dalam lemari es (kotak dingin) saya menemukan sebuah pare putih (Momordica charantia, bentuknya seperti mentimun, berasa agak pahit dan biasanya dijual tukang siomay bersama tahu, kentang, dan kol) sangat besar. Saya ambil bantal lalu saya tutupkan ke muka Rani hingga Rani tidak dapat bernafas. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kemudian tangannya mulai bergerak turun, menuju ritsluiting celana luar saya lalu membukanya. Saya masukkan penis ke dalam lubang vaginanya yang menganga lebar.




















