deh.. karena sudah 1 minggu saya tidak tersentuh lagi dari ayah..”
“Jad.. Bokep STW Pak.. ngapain..”
Ayah terbata-bata sementara matanya tidak berpaling terus menatap payudaraku. Hari itu adalah hari Jumat, kira-kira jam 01.00 siang aku pulang dari kampus-kampus untuk mendaftar kuliah, ketika aku masuk rumah kulihat ada sarung dan sejadah di atas meja tamu, aku agak takut karena biasanya paman dan bibi baru pulang dari sekolah pada sore hari, tiba-tiba di ruang dapur ada suara lemari es terbuka. Pak Iwan kuperkirakan berusia 60 tahun. kabarnya gimana..?”
Ayah memelukku setelah hampir 6 bulan kami tidak bertemu, setelah kuceritakan nasibku pada ayahku, ayah bersedia menerimaku untuk tinggal bersamanya di bengkel. Pak..”
“Aghh.. lain kali lagi yach.. Ketika sampai di kantornya disuruhnya duduk berhadapan terhalang meja kerjanya yang banyak sekali surat-surat di atasnya. aah.. vaginamu sempit sekali, kamu masih perawan yach..”
“Iya..




















