Aku harus bisa mengatasi ketidak nyamanan ini.Ternyata hingga jam 6 sore Ronad tidak balik. Dia nampak tidak berusaha memandang aku. Bokep Mom Aku nggak akan menyakiti zus, kok. Indah, kan..?”.Ah, aku sangat kesetanan menyaksikannya. Aku pompa dengan cepat dan penuh nafsuku. Aku nggak akan mencegahnya. Kemudian duduk santai membaca koran di balkon kamarku yang berpanorama atap-atap kampung Yogyakarta sambil minum coklat instant yang tersedia di setiap kamar Novotel ini.Bosan membaca koran aku buka channel TV sana-sini yang juga membosankan. Aku akan biarkan apabila dia menghendaki memuncratkan air maninya ke mulutku. Aku memang tidak tertarik dengan pola hidup khalayak. Aku semakin nggak lagi mampu menahan kegelianku. Bahkan kemudian lelaki itu merapatkan dan langsung mengunci pintuku hingga kini benar-benar aku bersamanya dalam kamar tertutup dan terkunci ini. Masak aku mesti sengaja mengulangi kesalahanku lagi. Aku naik ke atas kontolnya. Ronald tahu, karena dia adalah dokter. Aku berkejaran dengan nasibku. Sementara dia, lelaki yang belum memuasi dirinya itu menyeretku ke tepian kasur dan meneruskan pompaannya hingga




















