Kebetulan hawanya panas sekali saat itu. “Kamu disuruh kerja nggak mau, aku pingin punya anak kamu nggak mau, apa-apa nggak mau, mati aja sana! Bokep “Nggak. Ternyata karena nggak sabar menungguku, dia minta tolong dengan Mbak sebelah untuk ngerokin badannya di kamar tidur kami.Setelah selesai memperbaiki peralatan, aku menuju kamar tidur dan kulihat dia sedang tidur-tiduran (dia selalu tidur dengan telungkup, aku nggak bisa membayangkan saat dia nanti hamil, kalau jadi, khan repot). Wah kaget juga hampir ngantukku hilang. Baru mulai dapat pasar, pemasukan sudah mulai membaik, eh peralatan di tempat usahaku dicuri maling. Aku berikan alasan bahwa biaya terbesar untuk mempunyai anak adalah pendidikan dan kedua kesehatan, sehingga dengan kondisi yang belum stabil, aku belum berani ambil resiko – kita selalu bermusyawarah dengan memberikan alasan yang masuk akal, sehingga tidak ada larangan tanpa alasan – alias otoriter.Suatu siang, aku “pingin” banget, kita berdua tinggal di rumah kontrakan di pinggiran Selatan kota Jakarta, yang hanya mempunyai tiga ruang dengan masing-masing ukuran tiga




















