“Tau si, hanya* gak nyangka ja bakal* kaya gini”. Bokeb “Oo.. “udah gak tahan ya mas”, godanya sambil tidak mempedulikan* tanganku mengelus2 pahanya. Dia kunaiki dan segera menunjukkan* kontolku ke memeknya. namun* aku masih tetap saja menjilati dan menghisap itilnya seraya* meremas2 toket dan pentilnya.Aku mencungkil* CD, kontolku yang besar dan cukup* panjang telah* ngaceng keras sekali mengangguk2. “Kita ke dipan yuk”Aku telah* tidak dapat* menahan napsuku lagi. “Belum punya anak, ato belon nikah?” “Nikah si udah namun* belom dikasi tu ma yang diatas”. Uu.. “Tau si, hanya* gak nyangka ja bakal* kaya gini”. aku tertawa mendengar candanya. Kebetulan di tv terdapat* siaran ulang debat capres. Uuh!” desahnya sambil mengurangi* tanganku yang satunya guna* terus meremas-remas toketnya. Aku mulai membelai* jembutnya yg nongol terbit* dari CDnya, lantas* kususupkan jariku ke dalam CDnya. “Kok bisa”. Abis ini anda* mo kemana?” “Gak kemana2 mas, Mo jalan ja”.Aku menggandengnya meninggalkan tempat santap* dan masuk ke toko yang adalah*anchor tenant di mall itu.




















