tidak apa-apa Tot… nanti kamu juga boleh pegang punyaku. Bokep Sederhana sekali. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. monggo mas…”Mereka berdua berdiri lalu berpakaian tanpa mengenakan celana dalam lagi. Dua lelaki masuk. Mata air panas sepertiini adalah anugerah bagi daerah daerah yang berada di kawasan dekat dengan gunung berapi baik aktif maupun tidak. Kenapa aku dipanggil tuan? Mereka melihat ke aku lalu kembali asyik dengan obrolan mereka dengan cueknya.Aku melihat ruang sebelah lagi. Satunya memang bergaya ‘agak’ gemulai tapi satunya mirip Rio Dewanto. Dekat begini bau tubuhnya yang jarang mandi sangat tercium. Bukan karena sentuhan dukun.Tanganku membuka kain yang menutupi kontol Sentot. PELINDUNG DAN PENJAGASebelumnya aku pernah dengar kalau pemandian air hangat yang kutuju ini banyak orang yang mandi telanjang. Aku coba membiasakan diri dengan ini. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Sentot menunduk tak berani sama sekali melihat wajahku. Kenapa aku dipanggil tuan? Pendegaranku tadi juga sayup sayup dan sekarang benar benar jelas.




















