Nana tertidur, aku
segera berpakaian, dan dengan berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Tati. Bokep Cina “Ini kesempatan,” pikirku.Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga
mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Tati mendatangi kamarku. Memang baru
separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nana meringis sambil
memejamkan matanya. Pada suatu hari minggu ia memang datang dan aku sempat ngobrol
dengan Nana.Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima
kunjungan anggota DPRD. Pada waktu Mbak Tati
membangunkanku, untuk makan malam. Sebagai
tindakan naluri dan refleks priaku saja. “Nana, nggak pakai BH lho..” Aku kaget bukan kepalang,
mendengar suara manja itu, dan kulihat wajahnya sudah sangat dekat dengan
wajahku.Dan yang lebih dahsyat lagi adalah, dengan posisi menduduk itu maka
payudaranya yang bebas tidak terbungkus BH itu tergantung indah. Ia menurut ketika kubuka
pelan-pelan pahanya, kini dengan jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya
itu. Aku segera meraihnya, sambil kucium bibirnya. Maklum di salah
satu dusun, yang dihuni sekitar 100 keluarga, hanya satu yang mempunyai TV
dengan menggunakan aki.




















