Kusodorkan jari-jemariku yang masih basah ke mulutnya. “Aahhh mmmhh ennakk goyagannmu sayang” katanya memelas. Link Bokep Mataku pun sudah tidak bersahabat, seperti ditimpah 10kg. Aline pun membuka kedua pahanya, dan tampaklah sebuah belahan merah dengan bibir yang masih cukup rapat berkilauan karena dihiasi oleh cairan memek. Disudut ruangan ada meja dan bangku kecil. Penat yang dari tadi pagi kurasakan seolah perlahan-lahan mulai sirna.Selesai dengan punggung, dia lanjutkan dengan kakiku. Sampai akhirnya dia menjerit dengan sedikit tertahan,“Aakkkkhh Maasss Aahhhss Mmmmhhhsss Laggiiii Bentarlagii alinne keluuar!!”Mendengar permintaannya, aku pun semakin menggila, dan kemudian dia menggelinjang. “Aku gemes banget ngeliatnya. Tapi aku hanya diam saja dan menikmati keadaaan ini. Dengan kondisi seperti ini kupikir tidak akan mungkin melanjutkan perjalanan sampai Jakarta, karena malah akan berbahaya. Benar-benar luar biasa sensasi yang kurasakan,“Masss, ayo buruan masukin, Alinee udah gak tahan lagi nih.” katanya memelas.Lalu kucabut penisku dari mulutnya dan perlahan kugesekkan ke permukaan bibirnya yang memang sudah basah dari tadi.




















