“Whoops…” pikirku. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. Bokep Barat Pokoknya beres, katanya.Setiba di rumahnya, Kelvin menyuguhkan cognac. Aku tidak berminat. Bagian dada pun lumayan rendah, memamerkan 1-2 senti bukit kembarku. Aku memang sudah nafsu sekali, aku sudah siap sebenarnya… dia malah masih berpakaian utuh. “Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? Sudah lama sekali aku tidak disentuh laki-laki. Akhirnya aku buka pintu menengok keluar, dia masih di sana. “Engga apa-apa”, katanya ringan. Siang itu aku menitipkan mobilku untuk regular maintenance. Aku lapar banget. Secara keseluruhan dia memang oke, mulutnya manis dan pandai berbicara (tentu saja, mungkin ini modalnya bertitel top sales di daerah sini).




















