Tunggu apa lagi. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Bokep Arab Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Suara itu lagi. Apalagi yang dapat tertinggal? Ciut. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Lalu asyik membuka tabloid. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan.Wien menjilatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan.Wien menjilatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki.




















