Pemuda ini mengajakku ke motel di bilangan jalan Darmo. Dari raut muka dan pandangan matanya sepertinya dia benar-benar tidak tahu siapa sesungguhnya aku.“Arwan”, dia tidak menyebutkan nama sesungguhnya,
“Wina”, sahutku sambil menyambut uluran tangannya. Bokep Ojol Dengan stelan jas dan dasiku, Susi mengantarku hingga ke pintu halaman dimana taksi Surabaya telah menungguku untuk menuju Hotel Bumi Hyatt dimana seminar akan dilangsungkan.Pada sore harinya aku sampai kembali di pondokan sekitar jam 7 malam. Ah, masa bodoh. Banyak ibu-ibu yang telah aku entot mulutnya.. Kontolmu.. Aku juga mengoleksi perabot keperluan wanita berupa BH, wig dan kosmetik. Aku rasa dia ini keranjingan pada penampilanku. Tanpa banyak macam-macam dia mendorongku ke ranjang. Dengan cara itu aku bisa bebas di malam harinya untuk ‘mampir’ dengan busana wanitaku ke tempat-tempat berkumpulnya para waria.Setidaknya sepotong setiap bulan aku selalu membeli dan menyimpan pakaian perempuan di traveling bag-ku.




















