Kuberanikan berbisik lemah,
“Bapak kok belum keluar?” Sambil tertawa-tawa, Pak Zaim menjawab,“Kan sudah Bapak bilang nggak mungkin tak keluarin di memek kamu. Bokep Korea Dengan jebloknya nilai ulangan-ulanganku, mulai sekarang aku harus berusaha sangat keras supaya bisa lulus.“Kamu mengerti situasimu kan?” tanya Pak Zaim.“Sudah lama Bapak ingin merasakan memek mu yang wangi, tidak disangka hari ini kamu menyerahkan diri,” ujarnya sambil tertawa keras selagi tetap memegangi mulut dan kedua tanganku.“Kamu nggak usah macam-macam, layani saja Bapak, maka kamu nggak perlu mengkhawatirkan nilai-nilaimu yang jeblok itu. Pak..” jeritku kecil.Rasanya bener-bener nikmat meski mungkin baru ujung penis Pak Zaim saja yang terbenam di memekku. Sementara Pak Zaim tampak santai, memakai kaos berlengan dan celana panjang biasa. Karena payudaraku yang amat sensitif merasakan kerasnya penis Pak Zaim, kurasakan ledakan-ledakan kecil di memekku. Aku hanya berusaha melepaskan diri namun sia-sia saja.Kemudian Pak Zaim melepaskan ciumannya, dan kedua tangannya dengan segera memreteli kancing kemejaku satu-persatu. “Pak, pelan-pelan ya? Aku tidak pernah berhenti memijat, meremas, dan menjepit payudaraku sehingga kulihat




















