Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku dan mengulangi meneteskan lilin itu. Masa aku harus dipamerkan dan dimainkan oleh teman-temanmu dalam keadaan seperti ini. Bokep Tante Di dalam taksi aku coba mendekati dan merayunya. Ma kasih ya. Sambil dia mencari film yang dimaksud, kutanya.“Maaf, apakah kamu sudah menikah?”
Dijawabnya, “Nikah? Pacar aja aku nggak punya”. Beberapa tali masih belum terpakai dan tergelatak dilantai. Maunya aku taksi ini berputar-putar biar perjalanannya lebih lama sehingga aku bisa menikmati momen ini.Tak lama kemudian taksipun sampai di aperteman itu. Tapi nanti kalau kamu aku ikat lagi, boleh ya aku ajak temanku, cewek kok. Di ruang tengah (tamu) ada TV dan sofa. Ma kasih ya. Lagi liat-liat dan mau having fun” jelasnya sambil tersenyum. Akupun setuju dan tidak perduli apa filmya karena yang ada dibenakku mau “USAHA”.




















