Lampu menyorot kuat ke arahku. Vidio Bokep ouhkk.. ouhhk.. aahk.. Pokoknya tidak ada yang diam nganggur. Sejenak mereka berdua saling berpelukan dan berciuman. Kalau aku tolak, aku merasa merendahkan atau menyepelekan apa yang namanya fans atau penggemar. Teriakan mereka yang diselingi tawa senang kian menambah garang perlakuan mereka atas tubuh telanjangku. Aku pikir iru maklum, sebab idola mereka kini sudah hadir di depan mata mereka. Ini siapa, dan ada apa..? Tapi demi fans, aku rela membagi waktuku dengan mereka. Mereka berdua memegangi lengananku dengan kuat sekali. Kedua tanganku dirantai di kedua ujung ranjang bawah, sedangkan badanku melipat ke atas karena kedua kakiku ditarik dan rantainya diikatkan di kedua ujung ranjang atas kepalaku, sehingga dalam posisi seperti udang ini, aku dapat melihat anusku sendiri. Begitupun Lina dan Dian. Rupanya telah dipangkas bersih. Mataku melotot tidak percaya dengan penuh ketidaktahuan dan ngerti semua ini. Dian menetesi puting susuku dengan cairan lilin merah besar. Aku merasa nggak kenal anda.†“Benar.




















