Ngantuk banget nih,” ujarku sambil tersenyum cengir.“Dasar kamu ah. Kalau masuk ketuk dulu napa,” protesku sembari mengikat handukku betul-betul agar tidak lepas.“Hihi… maaf deh. Bokeb Nanti aku kasih balsem aja.”“Kalau perlu, minta aja bantuan sama tantemu. Aku mengelus kakiku itu dengan sedikit meringis.“Ya ampun, Lukas!” teriak seorang wanita yang langsung meletakkan vacuum cleaner-nya dan menghampiriku.Ia berjongkok dan memperhatikan kondisi diriku. Tanganku memegang pegangan tangga sebagai tumpuan. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Aku mematikan aplikasiku dan segera melepaskan baju kemejaku ini.“KYAAA! Aku turut tersenyum dan meyakinkan kalau aku akan baik-baik saja. Oh ya, Tante ke sini mau minjamflash diskkamu sebentar.”“Oh, ambil aja di laciku yang nomor dua,” ujarku sembari menunjuk jari jempolku ke belakang.“Ok, sip deh.”Aku berjalan meninggalkan tanteku yang sedang mengubek laciku.




















