Dia diam saja saat aku mendiamkannya. Dengan eratnya aku peluk lengan Martin seakan-akan takut kehilangan dirinya.Tidak seperti biasanya Martin mengajakku putar-putar keliling kota. Bokeb Akan selalu menjagaku. Aku takut mereka menyebarkan tingkah lakuku sebenarnya. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Dan tak lupa aku mendoakan dia.Kini Andre tidak akan mau memandangku lagi. Kuraba dan kupegang kemaluanku. Aku kok nggak tahu?” tanyaku.“Hehehe.. Semua ini gara-gara pil setan itu! Aku tidak dapat menebak apa yang ada dipikirannya. Mereka marah besar padaku dan mengawasiku dengan ketat. Aku jadi sering mimpi buruk dan makin sulit membedakan mana mimpi dan kenyataan. Aku terus menerus memandang wajahnya dan mencari-cari sinar apa yang terpancar di wajahnya. Edan..Dua bulan terakhir ini aku jarang kontak dengan Martin. Aku kembali menggelinjang-gelinjang. Setelah benar-benar habis, kami lanjutkan dengan minum minuman keras. Aku langsung menangis menjadi-jadi. Hanya erangan dan desahan yang keluar dari mulutku.




















