Merapikn lagi rambutnya yang pendek…, aku suka sekali melihatnya. Bokep Barat “Massss…., burungnya aku emut yaa??”
“Iya mbak….” Aku udah gak konsen, Dewi lalu mulai mengulum kepala dan batang burungku pelan-pelan. “ya udah…, kita beres-beres dulu yuk”
Aku melepas batangku yang mulai lemas dari memeknya, kuambil tisu untuk menahan dan membersihkan cairan disekitar memeknya. Lagian kayaknya kita seumuran ya. Aku masih grogi, bagaimana tidak, lha wong dia polwan… hiiiii. Akhirnya lidahku dapat menjangkau memeknya, kujilat dikit-dikit dan terasa agak basah (hihihi…, agak bau keringat ya.., nggak papa). “Ehh.., ohh.., bebas kok mbak, langsung aja” kataku jadi sedikit gagap gara-gara terpana plus kaget.. Mas pasti tau dehh… yukk”
“Ya mbak” aku pelan-pelan rebah bersama Dewi. Tangannya mulai bergerilya lagi mengejar batang burungku yang sudah mulai mengkerut. Shift jaga biasanya malam, mulai jam 7 sampe jam 12 malam. Ohh.., seorang polwan yang manis pikirku. Dengan lembut tangan Dewi membimbing tanganku, dan mengarahkan mulutku kea rah memeknya. Aku ndak berani ketemuan lagi, dan Dewi kayaknya sekarang betul-betul sayang sama




















