Aku semakin menguatkan pelukanku kepadanya benar-benar seperti orang yang kedinginan dan mencari sebuah kehangatan. Kedua tangannya memegang lengan tanganku yang sibuk menjamah Buah dadanya, berusaha menarik tanganku lepas, tapi itu usaha yang sia-sia. Bokep Jilbab/Hijab Aku menciumi bibirnya, lalu menganggat kaki kirinya ke bahuku, dia tersentak kaget tapi aku benar-benar sudah Tak tahan lagi. Aku semakin mengangkat kaki kirinya lebih tinggi lagi dan membuka kaki kanannya sehingga aku lebih leluasa untuk memasukkannya. Tubuhnya kembali mengejang, kali ini akupun juga, tubuhku mengejang, dan cairan kenikmatan kami keluar berbarengan.Aku merasakan cairan spermaku keluar menyembur ke dalam rahimnya, aku telah membasahi rahimnya dengan spermaku. Kurasakan cairan sedikit agak lengket keluar perlahan membasahi Tongkolku dan selangkangannya, aku tahu itu adalah darah keperawanannya.Aku terdiam sejenak, aku sempat bingung apa yang harus kulakukan, yang kurasakan hanya denyutan-denyutan yang ada di Tongkolku di dalam lubang vaginanya dan rasanya begitu nikmat berjuta-juta kali lebih nikmat dari waktu aku menggesek-gesekan Tongkolku di Memeknya.




















