Lima menit kemudian aku menyepongnya dan dia mengelus-elus rambutku.“enak Han…” desahnyaAku tak sadar betapa gilanya permainanku dengannya. Bokep Mama “tapi pak, jangan pak ah” aku sedikit berontak tapi tak berani berteriak karena takut terjadi apa-apa nantinya.“ gak apa-apa Han, ayo buka pakaianmu!” perintahnya“aku takut pak.” Jawabku memlas“sebentar aja lias, ayo!”Akupun terdiam entah kenapa. Kami sibuk mebuka pakaian kami sampai akhirnya kami telanjang bulat. Akupun masuk ke kamarnya dan Ki Jaya menutup pintu.“udaranya dingin” katanya.Akupun duduk di sampingnya diatas ranjang di kamr yang biasa ditempati anakku. Lalu K Jaya menngerakan kakinya dan tiba-tiba dia memangkuku dan mengarahkanku ke ranjang. Aku hanya terdiam dan sedikit malu.“aduh capek banget Han nih rasanya pegel banget tangan bapak.” Katanya lagi.Aku hanya mengangguk dan segera mengambil lotion milik ankku dan mengoleskannya ke tangan dan tubuh Ki Jaya yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek. Kumisnya cukup tebal dan rambutnya keriting. Siangnya diisi dengan sisingaan dan malamnya diisi dengan pagelaran wayang golek. Sesekali bibirnya menciumi payudaraku dan menekan-nekan kontolnya




















