Sambil memberikan senter aku berkata, “Saya tunggu disini ya Bu Nia, ini senternya hati-hati jalannya agak licin” “Iya.. Bokep Asia Malam sudah larut bahkan menjelang di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah dengan pembina dan guru wanita. dulu.. Ibu masih hebat.. awas lho jangan.. Setelah minta ijin aku berjalan menjauh dari mereka. Ketika akan melangkah Bu Nia terpeleset otomatis tanganku menggapai tangannya tanganku yang satu menggapai badannya menahan agar beliau tidak jatuh. Kami masih sering melakukannya setiap ada kesempatan. Kebetulan sekali jam tangan Bu Nia tertinggal di dalam bilik bambu ini. Hingga suatu saat aku mendapat surat yang berisi permintaan batuan untuk ikut menjadi salah satu pembina di SD Negeri di dekat rumahku. sih.. masa Ibu enak-enakan tidur padahal tadi kan Ibu datang terlambat” Bu Nia menjawab. Aku tenggelam dengan kerinduanku terhadap Bu Nia.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Rambutnya lurus sebahu hitam walau ada beberapa helai yang tampak sudah putih, kulitnya yang putih bersih tampak terawat.




















